BLOGGER TEMPLATES AND Twitter Backgrounds »

Sabtu, 18 September 2010

“Semua pasti ada hikmahnya…”, gampang diucap tapi susah diresapi

Semalam..

Entah kenapa mata yang tadinya ngantuk berat, tiba2 hilang ngantuknya…

Akhirnya, mulailah saya mengganggu rekan setempat tidur (adik saya) dengan isi otak saya..

Saya mulai bercerita padanya tentang berbagai pemikiran saya tentang hal-hal di masa depan..

Terkadang saya tanya pendapatnya dan Ia pun menjawab, mengesampingkan rasa kantuknya juga..

Akhirnya topiknya menjadi topik tentang “jilbab”..

Topik yang menarik dan menyedihkan bagi saya..


Saya mengatakan, betapa saya sangat beruntung, di lingkungan saya sekarang, saya dikelilingi dengan orang-orang baik.. Lingukungan yang sangat Islami, kondusif untuk belajar.. Betapa saya sangat senang bergaul dengan akhwat2 dan ikhwan2 disana,,


Memang kenyataannya seperti itu.. Sebagian besar teman-teman saya adalah orang-orang yang baik dalam segala hal, dari penampilan maupun pemikirannya…

Semuanya memikirkan masa depan yang panjang (akhirat)..


Kenyataannya ini sudah dari dulu saya ketahui, tapi malam ini.. Saya gundah..


Beberapa hari yang lalu, ada ajakan untuk bergabung dengan sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial kesehatan..


Dua bidang yang sangat saya sukai bergabung jadi satu, tentu saja saya sangat antusias dan dalam hitungan detik saya meng-iyakan tawaran itu..


Setelah lewat beberapa hari, saya baru menyadari bahwa yang tergabung dalam organisasi itu sebagian besar adalah orang-orang yang sangat religius.. Terus terang saya minder..


Bukannya saya merasa tidak religius atau kurang bertakwa.. Wallahu’alam, Saya tidak ingin mengadili diri sendiri seperti itu, biarlah ALLAH Yang Maha Mengetahui, yang menilai saya..

Namun memang, secara morfologi, saya terlihat jauh berbeda dengan rekan-rekan di organisasi tersebut.. Ya, saya muslimah, namun belum berjilbab, belum sempurna menutup aurat..

Bukan karena tidak ingin, bukan karena sengaja ingin melawan perintah ALLAH, bukan tidak takut dengan azab ALLAH yang begitu pedih..Bukan seperti itu..

Saya akan memakainya ketika saya sudah 100% bebas menguasai diri saya sendiri, dimana ridhonya yang menjadi ridho ALLAH juga ikhlas mengizinkan saya memakai jilbab, sehingga saya tidak akan menyakiti hati siapapun..


Disatu sisi, Saya segan bergabung dengan rekan-rekan saya di organisasi itu, sisi lainnya, saya sungguh ingin berkontribusi melalui organisasi itu…


Saya bingung, bagaimana saya bisa berkontribusi dengan baik kalau bertemu dengan rekan-rekan seorganisasi saja saya takut…


Lalu saya bertanya secara tersirat dengan sahabat yang mengajak saya bergabung dalam organisasi itu..

Lalu Ia menjawab,

“Ketika kamu akan kamu melakukan suatu kebaikan, jangan sampai berhenti atau berbalik di tengah jalan, hati-hati mungkin itu adalah bisikan setan..”


Deg..


Saya berpikir, benar juga, saya memang belum tau secara langsung.. Tidak baik terlalu banyak menduga.. Dan tidak baik, niat baik saya berubah karena kepentingan perasaan yang belum tentu benarnya..


Dan malam itu..

Saya bercerita pada adik saya..

Lalu Ia berkata, “ Kak, kamu sekarang seperti Kamu pengen sekali ke Bali tapi sampai Ketapang, ternyata semua kapal sudah berangkat, sedangkan Kamu harus sampai Bali dengan segera. Akhirnya Kamu berenang, sedikit demi sedikit dan akhirnya sampai ke Bali.”


Sama..

“Andai jalan kamu pakai jilbab semulus teman-teman kamu yang lain, mungkin sekarang kamu sudah jadi seperti muslimah2 lain yang senang bongkar pasang jilbab, atau kalau jalan kamu pakai jilbab semulus yang lain, mungkin kamu akan jadi muslimah yang dengan mudah memandang rendah saudarimu yang ngga pake jilbab. Padahal kamu ngga tau apa yang membuatnya seperti itu..”

“Segalanya ngga ada yang sia-sia Kak. Nanti, kalau kamu sudah bisa pakai jilbab, kamu akan ingat perjuanganmu mendapatkannya. Dan mudah-mudahan kamu selalu jadi muslimah yang baik untuk dapat selalu mempertahankan jilbabmu dan lebih terbuka dengan saudari-saudari sesama muslim, bagaimanapun morfologinya.”


Air mata saya mengalir, saya tersadar, semuanya pasti ada hikmahnya..

Saya akan lebih optimis menghadapi hal ini, semoga ALLAH mengampuni kelemahan dan ketidakberdayaan saya.. Serta memberikan saya pertolonganNYA..


Dan semoga rekan-rekan saya di organisasi itu, mau menerima saya..

0 komentar: